Teknologi Informasi | Bahasa Program | Tips dan Trik

17 November 2010

System Context - Aware

Di dalam ilmu komputer, terdapat sebuah gagasan yang menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang kemudian diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.


Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:

1. The acquisition of context

Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

2. The abstraction and understanding of context

Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

3. Application behaviour based on the recognized context

Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

Empat kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :

1. Proximate selection

Proximate selection adalah sebuah teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek (benda atau manusia) yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan selection, atau tempat dan pilihan.

Setidaknya, ada tiga jenis lokasi objek yang bisa ditanamkan ke dalam aplikasi dengan menggunakan teknik ini, yaitu:

1. Perangkat input dan output yang menyediakan penggunaan share lokasi bersama, seperti: penggunaan printer, facsimiles, komputer, video camera, dan lain-lain.

2. Kumpulan objek-objek yang membutuhkan suatu perangkat lunak tertentu untuk saling berinteraksi, misalnya pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan penyatuan dokumen baik antar divisi maupun dalam satu divisi ke dalam suatu database tertentu.

3. Kumpulan lokasi atau tempat yang sering dikunjungi, seperti restoran, night club, pom bensin, mall, dan tempat-tempat lainnya. Dengan adanya inovasi ini tentunya lebih mempermudah user untuk mencari suatu tempat tertentu tanpa harus bergantung kepada yellow pages directori atau bertanya kepada masyarakat sekitar.

2. Automatic Contextual Reconfiguration

Aspek terpenting dari salah satu contoh kasus sistem context-aware ini adalah bagaimana konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi. Sebagai contoh, penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisik suatu benda.

Contextual Reconfiguration juga bisa diterapkan pada fungsi sistem operasi; sebagai contoh: sistem operasi suatu komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainnya yang berada didekatnya untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.

3. Contextual Informations and Commands

Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika berada di dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu.

Setiap file yang berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. Sebagai contoh: ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.

4. Context-Triggered Actions

Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.

Aturan umum yang harus diisi pada form context-triggered actions :

badge location event-type action

event-type dapat berupa kondisi : arriving, departing, settleld-in, missing, or attention. Sebagai contoh :

coffee kitchen arriving “play –v 50 ~/sounds/rooster.au”

artinya, ketika siapapun berada di dapur dan menggunakan mesin coffee maker maka alarm rooster sound akan berbunyi.
Sumber: helenamayawardhani

Manajemen Data Telematika

PENGERTIAN CLIENT-SERVER
Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan setiap instance yang menyediakan layanan disebut sebagai server. Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database server, seperi misalnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.

KARAKTERISTIK CLIENT-SERVER
Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas sebagai berikut:
• Service : Menyediakan layanan terpisah yang berbeda
• Shared resource : Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource .
• Asymmetrical Protocol : antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
• Transparency Location : proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
• Mix-and-match : tidak tergantung pada platform
• Message-based-exchange : antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.
• Encapsulation of service : message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
• Scalability : sistem C/S dapat dimekarkan baik vertical maupun horisontal
• Integrity : kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.
• Characteristics of a client
– Initiates requests
– Waits for and receives replies
– Usually connects to a small number of servers at one time
– Typically interacts directly with end-users using a graphical user interface
• Characteristics of a server
– Passive (slave)
– Waits for requests from clients
–Upon receipt of requests, processes them and then serves replies
– Usually accepts connections from a large number of clients
– Typically does not interact directly with end-users

KEUNTUNGAN CLIENT-SERVER
• Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
• Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
• Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.
• Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit.
• Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

KELEMAHAN CLIENT-SERVER
• Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
– Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.
• Pada client-server, ada kemungkinan server fail.
– Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

ARSITEKTUR CLIENT/SERVER
=> Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC
=> Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri
=> Berbagi hardware atau software




ARSITEKTUR FILE SERVER
=> Model pertama Client/Server
=> Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation
=> Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan
=> Server bertindak sebagai file server
=> File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut.
=> Setiap klien dilengkapi DBMS tersendiri
=> DBMS berinteraksi dengan data yang tersimpan dalam bentuk file pada server
=> Aktivitas pada klien:
=> Meminta data
=> Meminta penguncian data
=> Tanggapan dari klien :
-- Memberikan data
-- Mengunci data dan memberikan statusnya





BATASAN FILE SERVER
=> Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan.
=> Setiap klien harus memasang DBMS sehingga mengurangi memori.
=> Klien harus mempunyai kemampuan proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus.
=> Salinan DBMS pada setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara bersama-sama ð tanggung jawab diserahkan kepada programmer.

ARSITEKTUR DATABASE SERVER
=> Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).
=> Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database.
=> Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggi
=> Beban jaringan menjadi berkurang.
=> Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server.
=> Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture.

APPLICATION ARCHITECTURES






- Two-tier architecture, Contoh : program klien menggunakan ODBC/JDBC untuk berkomunikasi dengan database.
- Three-tier architecture, Contoh : aplikasi berbasis Web.

Contoh Two-Tier Architecture :



Contoh Three-Tier Architecture :



Arsitektur Three-Tier
- Melibatkan lapisan server yang lain selain lapisan database server.





Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier :
=> Keluwesan teknologi
=> Mudah untuk mengubah DBMS engine
=> Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda
=> Biaya jangka panjang yang rendah
=> Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan
=> Keunggulan kompetitif
=> Kekampuan untuk bereaksi thd perubahan bisnis dengan cepat, dengan cara mengubah modul kode daripada mengubah keseluruhan aplikasi

Aplikasi Web dapat dibagi menjadi 2 macam:
=> Web Statis
=> Web Dinamis

Teknologi Web
Teknologi untuk membentuk aplikasi Web yang dinamis :
1. Teknologi pada sisi klien (client-side technology)
2. Teknologi pada sisi server (server-side technology)

Teknologi pada sisi Klien :
1. Kontrol Active X
2. Java applet
3. Client-side script (JavaScript dan VBScript)
4. DHTML (CSS / Cascading Style Sheets)

Teknologi pada sisi Server :
=> CGI
=> FastCGI
=> Proprietary Web Server API (ISAPI dan NSAPI)
=> Active Server Pages (ASP)
=> Java Server Pages (JSP) dan Java Servlets
=> Server-side JavaScript
=> PHP
Sumber: utiemarlin

Lingkungan Komputasi

Lingkungan komputasi adalah suatu lingkungan di mana sistem komputer digunakan. Lingkungan komputasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis : komputasi tradisional, komputasi berbasis jaringan, dan komputasi embedded, serta komputasi grid.

Pada awalnya komputasi tradisional hanya meliputi penggunaan komputer meja ( desktop ) untuk pemakaian pribadi di kantor atau di rumah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi maka komputasi tradisional sekarang sudah meliputi penggunaan teknologi jaringan yang diterapkan mulai dari desktop hingga sistem genggam. Perubahan yang begitu drastis ini membuat batas antara komputasi tradisional dan komputasi berbasis jaringan sudah tidak jelas lagi.

Dalam ledakan informasi, bagaimana perusahaan memperoleh informasi akurat dan tepat waktu, respon cepat kebutuhan pelanggan menjadi faktor penting dalam kesuksesan bisnis. Untuk memastikan bahwa staf dari waktu, ruang dan kondisi jaringan tetap, mudah dan aman terhubung ke kantor pusat aplikasi, akses informasi dan data dan panggilan berbagai peralatan, perusahaan membutuhkan lingkungan kerja yang lebih kompleks untuk lebih banyak pengguna sumber informasi beberapa menyediakan kemampuan untuk menghubungkan.

Sebagai teknologi terus memperkenalkan sistem informasi baru menjadi lebih kompleks, dikombinasikan dengan fasilitas aplikasi, platform, standar dan arsitektur jaringan keanekaragaman untuk realisasi akses informasi perusahaan telah membawa kesulitan lebih. Di sisi lain, di luar LAN perusahaan juga perlu untuk melindungi data yang sensitif. Oleh karena itu, banyak perusahaan telah dengan lebih sumber daya manusia dan material untuk memastikan keselamatan. Jelas, metode ini meningkatkan sumber daya yang ada lebih konfigurasi, mau tidak mau menaikkan biaya dan meningkatkan pengeluaran. Enterprise adalah sebuah kebutuhan mendesak untuk membentuk suatu sistem tunggal daripada lebih maju, dapat diandalkan dan efektif untuk mencapai lingkungan yang lebih santai, nyaman, akses informasi aman.

Sistem Citrix (Citrix Systems Inc) telah berkomitmen untuk menemukan cara yang efektif untuk membantu perusahaan mewujudkan mimpi ini. Sebagai teknologi terus meningkatkan dan mengembangkan, Citrix memperkenalkan informasi "on-permintaan bisnis" (On-demand) program, melalui suite produk Citrix Access Suite, menggunakan teknologi yang dipatenkan ICA unik (Independen Komputasi Arsitektur) untuk membantu perusahaan untuk mendirikan " informasi perusahaan-permintaan "kerangka, membangun keamanan, platform akses, agar dapat secara efektif memecahkan masalah ini. Program ini bisa mencapai aman, sederhana, akses real time untuk aplikasi perusahaan dan informasi perusahaan, dan menyederhanakan deployment dan pengelolaan lingkungan komputasi yang kompleks untuk aplikasi enterprise membawa kemampuan lebih luas untuk benar-benar mengubah aplikasi tradisional struktur penyebaran, sehingga seluruh sistem lebih biaya efektif memenuhi kebutuhan pengguna.

Dengan globalisasi pengembangan usaha, dan afiliasinya akan seluruh dunia. Cabang perusahaan harus cepat, handal dan aman akses ke database kantor pusat perusahaan. Demikian pula, pemerintah saat ini harus dapat mengakses meliputi organisasi yang berbeda, fungsi yang berbeda dan daerah yang berbeda informasi kunci dan membuat keputusan bergantung pada informasi ini. Untuk lembaga-lembaga ini, penerapan komputasi terpusat untuk mendukung lokasi beberapa cabang merupakan persyaratan yang diperlukan. Pegawai harus mampu mulus dan aman akses on-demand untuk aplikasi mission-critical dan informasi untuk secara efektif menangani keadaan darurat, untuk rekonstruksi bencana dan penyediaan layanan dasar.

Banyak organisasi sering diharuskan dengan instansi lain, provinsi, komunikasi internasional, yang selanjutnya meningkat mahal jaringan area luas (WAN) untuk menghubungkan aplikasi untuk menyampaikan konten lebih sulit. Selain itu, isi privasi dan keamanan untuk menjamin tidak akan membocorkan informasi rahasia juga penting.

Sentralisasi deployment aplikasi dapat sangat mengurangi kompleksitas lingkungan TI, platform akses Citrix mampu mendukung berbagai aplikasi Anda akan memiliki penyebaran menyatukan server pusat, sehingga sangat mengurangi kompleksitas lingkungan TI. Nikmati operasi bebas khawatir pada saat yang sama, akan membawa banyak keuntungan:

a. memberikan bermain penuh terhadap kinerja infrastruktur yang ada, meningkatkan efisiensi administrasi.

b. bagi masyarakat dan staf untuk memberikan tingkat pelayanan yang lebih tinggi.

c. ditemukan di berbagai bagian angkatan kerja, menyediakan keamanan aplikasi pemerintah dan informasi, konsisten sesuai permintaan akses.

d. meningkatkan kinerja aplikasi lembaga-lembaga lokal dan remote.

e. memungkinkan informasi otorisasi, keamanan informasi dan keamanan aplikasi lintas-sektoral berbagi.

f. menjamin integritas aplikasi privasi konten.

g. cepat dan mudah digunakan pada semua sistem operasi untuk semua aplikasi.

Kebutuhan Middleware

Pengertian middleware didefinisikan sebagai sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer – layer TCP/IP . Selain itu juga dapat diartikan sebagai teknologi yang mengintegrasikan dua atau lebih software aplikasi atau lapisan antara sistem operasi dan aplikasi untuk memungkinkan pertukaran data. Fungsi dari middleware adalah sebagai berikut:
Menyediakan lingkungan pemrograman aplilasi sederhana yang menyembunyikan penggunaan secara detail pelayanan-pelayanan yang ada pada sistem operasi .
Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi yang umum yang mencakup berbagai komputer dan sistim operasi.
Mengisi kekurangan yang terdapat antara sistem operasi dengan aplikasi, seperti dalam hal: networking, security, database, user interface, dan system administration.
Contoh middleware:
Ø Java’s: Remote Procedure Call
Ø Object Management Group’s: Common Object Request Broker Architecture (CORBA)
Ø Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model), Also .NET Remoting

Database middleware yang paling umum digunakan adalah ODBC (Open DataBase Connectivity). Keterbatasan ODBC adalah bahwa middleware ini didisain untuk bekerja pada tipe penyimpanan relational database. Database middleware yang lain, yang merupakan superset daripada ODBC adalah OLEDB. OLEDB bisa mengakses hampir segala macam bentuk database, kelebihan yang lain dari OLEDB adalah dia didisain dengan konsep obyek komponen (Component Object Model) yang mengandalkan object-oriented computing dan menjadi salah satu trend di dunia komputasi.
Beberapa produk database middleware yang bisa disebutkan di sini adalah Oracle’s DB Integrator (previously DIGITAL’s DB Integrator), Sybase’s Omni CONNECT, and International Software Group’s Navigator. Kelebihan dari produk-produk ini dibandingkan dengan standard seperti ODBC dan OLEDB adalah performance, yang sangat sulit dimiliki oleh suatu produk yang mengacu pada standar.

Middleware pada Televisi Digital
Perkembangan teknologi memasuki era konvergensi, penyatuan teknologi dalam satu perangkat menjadi sebuah tuntutan. Hal ini akan memberikan kemudahan bagi para pemakai dalam memanfaatkan teknologi hanya dalam satu gengaman. Semua itu dimungkinkan karena ada kesamaan data yang diolah yaitu data digital.

Seiiring dengan perkembangan konvergensi teknologi, teknologi audio visual juga memasuki era digital. Pada beberapa dasawarsa yang lalu teknologi audio visual khusus televisi masih memanfaatkan teknologi tabung dalam menampilkan gambar yang ditangkap dan masih menggunakan teknologi gambar hitam putih. Memasuki era 80-an teknologi televisi berwarna menggeser televisi hitam putih. Bentuk televisi juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. Inovasi yang dilakukan para pabrikan televisi yang tergabung dalam konsorsium, seperti MPEG, mendefinisikan bahwa teknologi audio video terbagi menjadi beberapa tingkatan, hal ini tentunya akan ditentukan seiring dengan pencapaian teknologi yang ada.

Teknologi digital menjadi sebuah solusi untuk mengatasi teknologi analog yang selama ini ada. Kompresi MPEG1 menjadi format standar teknologi digital tahap awal yang diikuti dengan kompresi yang lebih mutakhir. Untuk mendukung itu semua teknologi televisi pelan tapi pasti akan mengadopsi teknologi digital atau menjadi televisi digital. Televisi digital memberikan memberikan ruang lebih luas dibanding analog, karena dapat dilakukan penyatuan teknologi atau konvergensi dengan data yang lain. Teknologi televisi digital akan mengubah secara drastis dalam menikmati televisi dan mengakses informasi. Acara televisi akan dintegrasikan dengan informasi yang ditampilkan dalam layar yang sama, dan penonton akan dapat menonton atau memilih tayangan yang diinginkan bahkan meminta sebuah tayangan tertentu yang belum pernah ditonton (video on demand). Untuk memungkinkan hal itu semua dibutuhkan sebuah middlewares sebagai perantara antara perangkat keras dengan perangkat lunak yang digunakan dalam televisi digital.

Middleware adalah perangkat lunak komputer yang menghubungkan komponen perangkat lunak atau beberapa orang dan aplikasi mereka. Perangkat lunak ini terdiri dari satu set layanan yang memungkinkan banyak proses yang berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi. Teknologi ini berkembang untuk menyediakan interoperabilitas dalam mendukung dan menyederhanakan pendistribusian aplikasi yang kompleks. Seperti server web, server aplikasi, dan alat-alat serupa yang mendukung pengembangan aplikasi dan pengiriman.

Middleware berfungsi sebagai perantara antara perangkat keras dengan perangkat lunak dan memungkinkan membuat proses yang lebih konten-konten yang interaktif. Dengan ada nya middleware, penyatuan beberapa proses dapat dilakukan. Jika diaplikasikan dalam sebuah layanan siaran televisi, maka siaran televisi dapat dinikmati dengan lebih bebas dan interaktif.

Pada era televisi digital, peranan middleware sangat penting karena proses interaktif ditangani oleh bagian ini. Middleware merupakan lapisan software atau dapat juga sebagai sistem operasi yang ada dalam STB. Dengan menggunakan middleware dimungkinkan menulis aplikasi yang komplek. Middleware berjalan diantara sistem operasi (device driver) dan aplikasi, atau secara harafiah berada ditengah dari tumpukan perangkat lunak.

Pada gambar diatas posisi middleware memungkinkan ada portabilitas antara perangkat keras dan sistem operasi sehingga aplikasi dapat berjalan pada platform middleware yang telah dihubungkan, selain itu para pengembang aplikasi tidak perlu mempertimbangkan sistem operasi/perangat keras pada setiap aplikasi STB yang akan digunakan. Pihak ketiga lebih mudah untuk mengembangkan aplikasi yang didukung oleh middleware.

Jenis-jenis middleware :
1. Proprietary Middleware – biasanya didesain untuk suatu perusahaan dan berlisensi dengan perusahaan STB serta biasanya digunakan untuk televise berbayar. Contohnya OpenTV Core (OpenTV) yang digunakan oleh Microsoft, MediaHighway (Canal+), Microsoft TV, Liberated, PowerTV dan NDS Core (NDS).
2. Open Middleware – distandarisasikan secara industri dan dapat diimplementasi oleh siapapun dengan biaya lisensi yang murah serta pada umumnya digunakan oleh penyedia jasa televisi gratis. Siaran televisi yang mengaplikasikan open middleware biasa dipancarkan secara terestrial (memanfaatkan antena televisi untuk menangkap siaran televisi digital). Contoh Open Middleware seperti MHEG, DAVIC (MHEG+Java), MHP (DVB, standar industri siaran), OCAP (digunakan untuk saluran kabel di US dan berbasis MHP), ACAP (ATSC berbasis MHP), ARIB B23 dan JavaTV.

Middleware memberikan layanan seperti :

§ Sebuah model aplikasi
§ dekoder MPEG yang dapat membaca berbagai jenis kompresi data MPEG
§ tampilan grafis yang prima
§ layanan mengakses informasi karena dalam satu layar dapat disatukan beberapa aplikasi sekaligus
§ menerima alat masukkan seperti keyboard
§ Layanan TCP/IP menggunakan modem/broadband dan dapat diimplementasikan untuk IPTV, siaran televisi berbasis internet.
§ Manajemen memori
§ Lingkungan pengembangan perangkat lunak, biasanya menggunakan C++ atau Java, atau bahasa pemrograman lain dan HTML.
§ Browsing dan akses internet akses.

Permasalahan yang sering timbul pada middleware tertutup
Terlalu banyak perbedaan vendor middleware sehingga pasar berbeda menggunakan middleware yang berbeda pula, isi harus di dibangun berulang-ulang untuk konsumen yang berbeda, isi tidak dapat dijual kembali dan biaya pembelian lisensi yang terlalu mahal.

Tantangan ke depan
Teknologi akan dapat dinikmati oleh banyak orang jika didukung oleh pasar, hal inilah yang menjadi alasan kenapa standar terbuka lebih popular sehingga STB dapat berkembang seperti video cassete. Inovasi baru yang memungkinkan interaksi antara penonton dan penyedia konten, serta penyatuan antara konten dengan informasi yang dipancarkan secara bersamaan dengan siaran televisi digital. Dukungan industri sangat penting agar konten menjadi lebih variatif sehingga terbuka peluang bisnis yang menjanjikan.

Televisi Digital di Indonesia
Siaran televisi digital sudah mulai diterapkan diberbagai negara, ada sudah menerapkan secara penuh maupun baru taraf uji coba. Dinegara-negara Eropa siaran televisi digital sudah banyak diterapkan sedangkan di Amerika tahun kemarin diterapkan secara penuh. Untuk Indonesia sekarang baru masuk taraf percobaan, dan dimulai oleh TVRI, RCTI serta beberapa stasiun televisi di daerah. Dampak dari diterapkannya siaran televisi digital akan menggeser secara langsung atau tidak langsung sistem pertelevisian di Indonesia. Mungkin masih cukup lama siaran televisi digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, karena ketersediaan dan kesiapaan infrastruktur yang mendukung siaran televisi ini.
Pengimplementasian teknologi siaran televisi digital menuntut middleware yang dapat memenuhi tuntutan penyedia konten siaran. Disamping itu kesiapan penikmat siaran televisi dalam menyikapi bergesernya teknologi yang mau tidak mau harus menyesuaikan perangkat televisi yang mendukung siaran televisi digital. Middleware bersistem terbuka mempunyai peluang untuk memenuhi kebutuhan penyedia konten dan penyelenggara siaran televisi digital.
 
Sumber:bluewarrior 

9 November 2010

StoryBoard Web Layanan Telematika

Berikut ini adalah tampilan user interface pada sebuah web yang membahas tentang layanan telematika:



Penjelasan Tentang Interface
Pengertian antarmuka ( interface) adalah salah satu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Antarmuka adalah komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu Command Line Interface(CLI) dan Graphical User Interface(GUI).

  • Command Line Interface(CLI) adalah tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Pengguna menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan baris-baris tertentu.Meskipun konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya. Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) memberi nama command.com atau Command Prompt. Sedangkan pada Windows Vista, Microsoft menamakannya PowerShell. Pengguna Linux mengenal CLI pada Linux sebagai terminal, sedangkan pada Apple namanya adalah commandshell.
  • Graphical User Interface(GUI) adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP ( window, icon, menu, pointing device). Pengguna komputer yang awam seringkali menilai sebuah sistem operasi dari GUI-nya. Sebuah sistem operasi dianggap bagus jika tampilan luarnya (GUI-nya) bagus. Padahal, seperti telah dijelaskan sebelumnya, komponen sistem operasi tidak hanya GUI, sehingga penilaian terhadap sebuah sistem operasi tidak bisa hanya dari satu komponen saja. Karena GUI adalah kesan pertama pengguna dengan sistem operasi itu, setiap pengembang sistem operasi berlomba-lomba mengembangkan GUI-nya dengan keunggulannya masing-masing.Sejarah mencatat bahwa Xerox PARC (Palo Alto Research Center) yang pertama kali meriset tentang GUI. Pada tahun 1984, Apple merilis Macintosh yang menggunakan GUI hasil riset Xerox PARC. Beberapa tahun kemudian, Microsoft merilis sistem operasi Windows-nya yang juga menggunakan GUI. Apple mengklaim bahwa Microsoft mencuri ide dari Apple. Seperti halnya CLI, tiap-tiap sistem operasi juga memiliki nama tersendiri untuk komponen GUI-nya. Pada Apple Mac OS X, GUI-nya disebutAqua. Microsoft memberi nama GUI Windows XP sebagai Lunar dan GUI Windows Vista sebagai Aero. Pada Linux, ada dua pengembang utama desktop environment pada Linux, yang masing-masing menghasilkan produk KDE (K Desktop Environment) dan GNOME. KDE digunakan pada beberapa distro seperti SuSE dan Mandrake, sedangkan GNOME dipakai pada beberapa distro seperti Fedora Core dan Ubuntu.
Antarmuka pemakai (User Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi. user interface, berfungsi untuk menginputkan pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan sistem pakar (ES), menampilkan penjelasan sistem dan memberikan panduan pemakaian sistem secara menyeluruh step by step sehingga user mengerti apa yang akan dilakukan terhadap suatu sistem. Yang terpenting dalam membangun user interface adalah kemudahan dalam memakai/ menjalankan sistem, interaktif, komunikatif, sedangkan kesulitan dalam mengembangkan/ membangun suatu program jangan terlalu diperlihatkan.

7 November 2010

Perbedaan Perkembangan Telematika Di Indonesia Dengan Luar Negeri

Perkembangan telematika di Indonesia itu lambat dibandingkan perkembangan internasional, seperti penggunaan internet di Amerika dan di Indonesia baru menggunakan mailinglist untuk kirim pesan. Indonesia itu tidak mampu membuat perkembangan sendiri hanya bisa mengembangkan perkembangan milik luar negri, dan Indonesia mudah disusupi oleh pihak luar, terbukti dengan masuknya Internet ke Indonesia baru indonesia membuat perkembangan lebih lanjut. Perkembangan sangat pesat dan beraneka ragam di luar (Internasional) dibandingkan dengan perkembangan di Indonesia yang kurang pesat dan hanya beberapa saja yang merasa membutuhkan perkembangan itu dan bagi yang tidak membutuhkan tidak ingin memperlajarinya dan membantu pengembangan tersebut. 


Masuknya aplikasi-aplikasi pada periode aplikasi di Indonesia dengan kebiasaan orang indonesia yang tak mampu membuat originalitas dan hanya bisa menyontek perkembangan Internasional dengan maraknya pembajakan, seperti pembajakan aplikasi seperti Hp ilegal, dan alat komunikasi lainnya yang sangat mudah diperoleh bahkan dipinggir jalan atau kios-kios dengan harga murah. 

Saya dapat menarik kesimpulan bahwa Bangsa Indonesia berusaha untuk tidak tertinggal dengan bangsa lain menyangkut telematika. Dengan dirintis oleh beberapa orang yang berdedikasi pada dunia akademisi, pengenalan dunia telematika mulai dilakukan seiring berkembangnya situasi politik dan ekonomi. Dukungan politik pemerintah dengan berbagai kebijakannya, lebih menggairahkan telematika di Indonesia, dan tentunya industri, serta pengaruh luar negeri mengambil peranan penting disamping ketertarikan masyarakat yang membutuhkannya. 

Perkembangan telematika di Indonesia mengalami peningkatan, sejalan dengan inovasi teknologi yang terjadi. Prospek ke masa depan, telematika di Indonesia memiliki potensi yang tinggi, baik itu untuk kemajuan bangsa, maupun pemberdayaan sumber daya manusianya.Untuk perkembangan telematika diluar sangatlah pesat dan terus menerus melakukan perubahan dan perkembangan bahkan mampu membuat terobosan baru untuk kebutuhan rakyatnya dan selanjutnya di sebarkan ke berbagai wilayah bahkan ke Indonesia sekalipun. Perkembangan telematika di indonesia hanya dapat menerima pengaruh-pengaruh yang diciptakan pihak luar dan membuat Indonesia tertarik karena kekurangan yang dimiliki Indonesia.

Speech Recognition

Pidato adalah suatu mode alami komunikasi bagi orang-orang. Kita mempelajari semua keterampilan yang relevan pada anak usia dini, tanpa instruksi, dan kami terus mengandalkan komunikasi pidato sepanjang hidup kita. Ia datang begitu alami bagi kita bahwa kita tidak menyadari betapa kompleks pidato fenomena ini. Saluran vokal manusia dan artikulator-artikulator adalah organ biologis dengan sifat nonlinear, yang operasi bukan hanya di bawah kendali kesadaran tetapi juga dipengaruhi oleh faktor mulai dari gender untuk pendidikan ke negara emosional. Akibatnya, vokalisasi bisa sangat bervariasi dalam hal aksen mereka, pengucapan, artikulasi, kekasaran, nasalitas, pitch, volume, dan kecepatan, apalagi, selama transmisi, pidato yang tidak teratur pola kami dapat lebih terdistorsi oleh kebisingan latar belakang dan gema, serta sebagai karakteristik listrik (jika telepon atau peralatan elektronik lainnya yang digunakan). Semua sumber-sumber variabilitas membuat pengenalan suara, bahkan lebih dari generasi speech, masalah yang sangat kompleks.


Apa yang membuat orang begitu baik mengenali pidato Menariknya, otak manusia diketahui kabel berbeda dari komputer konvensional, bahkan beroperasi di bawah paradigma komputasi yang berbeda secara radikal. Sementara komputer konvensional menggunakan & kompleks pusat prosesor yang cepat sangat dengan instruksi program eksplisit dan alamat memori lokal, sebaliknya otak manusia menggunakan paralel koleksi massal yang sederhana pengolahan elemen & lambat (neuron), padat dihubungkan dengan bobot (sinapsis) yang kekuatan adalah dimodifikasi dengan pengalaman, langsung mendukung integrasi beberapa kendala, dan menyediakan bentuk didistribusikan memori asosiatif.

Mengesankan superioritas otak di berbagai keterampilan kognitif, termasuk pengenalan suara, telah memotivasi penelitian paradigma komputasi novel sejak 1940-an, dengan asumsi bahwa model brainlike pada akhirnya dapat menyebabkan brainlike kinerja pada tugas-tugas kompleks. Daerah penelitian ini menarik adalah sekarang dikenal sebagai connectionism, atau studi tentang jaringan syaraf tiruan.
Apakah keadaan saat ini seni di speech recognition? Ini adalah pertanyaan yang kompleks, karena sistem akurasi tergantung pada kondisi-kondisi yang dievaluasi: dalam kondisi cukup sempit hampir semua sistem dapat mencapai-seperti akurasi manusia, tapi itu jauh lebih sulit untuk mencapai akurasi yang baik dalam kondisi umum. 

Kondisi evaluasi - dan karenanya keakuratan sistem apapun - dapat bervariasi sepanjang dimensi sebagai berikut:
• Kosakata ukuran dan confusability. Sebagai aturan umum, mudah untuk membedakan antara set kecil kata-kata, tetapi tingkat kesalahan alami peningkatan sebagai ukuran kosakata tumbuh. Misalnya, 10 digit "nol" menjadi "sembilan" dapat dikenali dasarnya sempurna, tetapi kosakata ukuran 200, 5000, atau 100000 mungkin memiliki tingkat kesalahan 3%, 7%, atau 45%. Di sisi lain, bahkan kosakata yang kecil akan sulit untuk mengenali jika mengandung kata-kata confusable. Sebagai contoh, 26 huruf dari abjad Inggris (diperlakukan sebagai 26 "kata") sangat sulit untuk membedakan confusable karena mengandung banyak kata sehingga (paling terkenal, E-set: "B, C, D, E, G, P, T, V, Z "); error rate% 8 dianggap baik untuk ini kosa kata
• Speaker ketergantungan vs kemerdekaan. Menurut definisi, sebuah sistem speaker dependent dimaksudkan untuk digunakan oleh seorang pembicara tunggal, melainkan sistem pengeras suara independen dimaksudkan untuk digunakan oleh pembicara apapun. Speaker kemerdekaan sulit dicapai karena sistem parameter a menjadi disetel ke speaker (s) bahwa itu dilatih, dan parameter-parameter ini cenderung sangat speaker-spesifik.
• Terisolasi, terputus-putus, atau bicara terus menerus. Terisolasi berarti kata-kata tunggal; ucapan terputus-putus berarti kalimat lengkap di mana kata-kata secara artifisial dipisahkan oleh keheningan, dan berbicara terus menerus berarti alami diucapkan kalimat diucapkan. Isolated pidato diskontinyu dan pengakuan relatif mudah karena batas kata yang terdeteksi dan kata-kata cenderung bersih.
• Tugas dan kendala bahasa. Bahkan dengan kosakata tetap, kinerja akan bervariasi dengan sifat kendala pada rangkaian kata yang diijinkan selama pengakuan. Beberapa kendala mungkin tugas-tergantung (misalnya, aplikasi airlinequerying dapat memberhentikan hipotesis "apel itu merah"); kendala lain mungkin semantik (menolak "Apel marah"), atau sintaksis (menolak "Merah adalah apel "). Kendala yang sering diwakili oleh tata bahasa, yang idealnya menyaring kalimat tidak masuk akal sehingga recognizer pidato mengevaluasi hanya kalimat yang masuk akal. Tata bahasa biasanya dinilai oleh kebingungan mereka, angka yang menunjukkan rata-rata tata bahasa pencabangan faktor (misalnya, jumlah kata yang bisa mengikuti kata apapun yang diberikan). Kesulitan tugas lebih andal diukur dengan kebingungan dibanding dengan ukuran kosa kata.
• Baca vs pidato spontan. Sistem dapat dievaluasi dalam sambutannya yang baik dibaca dari script siap, atau pidato yang diucapkan secara spontan. pidato spontan adalah jauh lebih sulit, karena cenderung dibumbui dengan disfluencies seperti "eh" "dan" um, mulai palsu, kalimat tidak lengkap, gagap, batuk, dan tawa, lagipula, kosakata pada dasarnya terbatas, sehingga sistem harus mampu menghadapi cerdas dengan kata-kata yang tidak diketahui (misalnya, mendeteksi dan lesu kehadiran mereka, dan menambahkan mereka ke kosa kata, yang mungkin memerlukan beberapa interaksi dengan pengguna).
• Adverse kondisi. sistem kinerja A juga dapat mengalami degradasi oleh berbagai kondisi yang merugikan. Ini termasuk kebisingan lingkungan (misalnya, kebisingan di dalam mobil atau pabrik); distorsi akustik (misalnya, gema, akustik ruang); mikrofon yang berbeda (misalnya, dekat berbahasa, omnidirectional, atau telepon); bandwidth frekuensi yang terbatas (dalam transmisi telepon) ; dan cara berbicara diubah (berteriak, merengek, berbicara cepat, dll).
Dalam rangka untuk mengevaluasi dan membandingkan sistem yang berbeda dalam kondisi yang ditentukan dengan baik, sejumlah database standar telah diciptakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, satu database yang telah banyak digunakan adalah DARPA Manajemen Sumberdaya database - kosa kata yang besar (1000 kata), speaker-independent, database pidato terus-menerus, yang terdiri dari 4000 kalimat pelatihan dalam bidang pengelolaan sumber daya laut, dibaca dari skrip dan dicatat dalam kondisi lingkungan yang jinak, pengujian biasanya dilakukan dengan menggunakan tata bahasa dengan sebuah bingung 60. Di bawah kondisi yang terkendali, state-of the-seni pertunjukan-adalah sekitar 97% akurasi pengenalan kata (atau kurang untuk sistem sederhana).
Dasar-dasar Pengakuan Pidato
pengenalan pembicaraan adalah tugas pengenalan pola multileveled, di mana sinyal akustik diperiksa dan terstruktur dalam hirarki unit subword (misalnya, fonem), kata, frasa, dan kalimat. Masing-masing level dapat memberikan kendala temporal tambahan, misalnya, pengucapan kata yang dikenal atau urutan kata hukum, yang dapat mengkompensasi kesalahan atau ketidakpastian di tingkat bawah. Hirarki ini kendala terbaik dapat dimanfaatkan dengan menggabungkan probalistik keputusan di semua tingkat yang lebih rendah, dan membuat keputusan diskrit hanya pada tingkat tertinggi.
Struktur dari sistem pengenalan suara standar diilustrasikan pada Gambar. Unsur-unsur adalah sebagai berikut:






Struktur sistem pengenalan pembicaraan standar.
• pidato baku adalah. Pidato biasanya sampel pada frekuensi tinggi, misalnya, 16 KHz melalui mikrofon atau 8 KHz melalui telepon. Hal ini menghasilkan urutan nilai amplitudo dari waktu ke waktu.
• Analisis Sinyal. pidato awalnya baku harus diubah dan dikompresi, untuk mempermudah pengolahan selanjutnya. Banyak teknik analisis sinyal yang tersedia yang dapat mengekstrak fitur yang berguna dan kompres data dengan faktor sepuluh tanpa kehilangan informasi penting. Di antara yang paling populer:
o analisis Fourier (FFT) menghasilkan frekuensi diskrit dari waktu ke waktu, yang dapat diinterpretasi secara visual. Frekuensi sering didistribusikan menggunakan skala Mel, yang linear pada rentang rendah tapi logaritmik dalam kisaran tinggi, sesuai dengan karakteristik fisiologis telinga manusia.
o Persepsi Linear Prediksi (PLP) juga fisiologis termotivasi, tetapi menghasilkan koefisien yang tidak dapat ditafsirkan secara visual.
o Linear Predictive Coding (LPC) menghasilkan koefisien persamaan linear yang mendekati sejarah nilai pidato mentah.
o analisis cepstral menghitung invers transformasi Fourier dari logaritma dari spektrum kekuatan sinyal.
Dalam praktek, itu membuat sedikit perbedaan yang teknik used1. Setelah itu, prosedur seperti Linear Diskriminan Analisis (LDA) opsional dapat diterapkan untuk lebih mengurangi dimensi representasi apapun, dan untuk decorrelate koefisien.






• Pidato frame. Hasil analisis sinyal adalah urutan frame pidato, biasanya pada interval 10 msec, dengan sekitar 16 koefisien per frame. Frame ini dapat ditambah dengan terlebih dahulu memiliki dan / atau kedua turunannya, memberikan informasi eksplisit tentang dinamika pidato, hal ini biasanya mengarah ke peningkatan performa analisis. Pidato frame digunakan untuk akustik.
• model Akustik. Dalam rangka untuk menganalisis frame pidato untuk konten akustik mereka, kita perlu satu set model akustik. Ada banyak jenis model akustik, yang bervariasi dalam perwakilan mereka, granularity, ketergantungan konteks, dan properti lainnya.






Akustik model: template dan negara representasi untuk "kata" kucing.
Gambar menunjukkan dua representasi populer untuk model akustik. Yang paling sederhana adalah template, yang hanya contoh yang disimpan dari unit pidato dimodelkan, misalnya, rekaman dari sebuah kata. Sebuah kata yang tidak diketahui dapat dikenali dengan hanya membandingkan melawan semua dikenal template, dan menemukan pertandingan terdekat. Template memiliki dua kelemahan utama: (1) mereka tidak dapat model variabilitas akustik, kecuali dengan cara yang kasar dengan menetapkan beberapa template untuk setiap kata, dan (2) dalam praktek mereka dibatasi untuk-kata model keseluruhan, karena sulit untuk merekam atau segmen contoh pendek dari kata - jadi template hanya berguna dalam sistem kecil yang mampu membayar kemewahan menggunakan-kata model keseluruhan. Sebuah representasi yang lebih fleksibel, yang digunakan dalam sistem yang lebih besar, didasarkan pada model akustik yang terlatih, atau negara. Dalam pendekatan ini, setiap kata dimodelkan oleh urutan negara dilatih, dan setiap negara menunjukkan suara yang mungkin terdengar dalam segmen kata, menggunakan distribusi probabilitas atas ruang akustik. Probabilitas distribusi dapat dimodelkan parametrically, dengan asumsi bahwa mereka memiliki bentuk sederhana (misalnya, distribusi Gaussian) dan kemudian mencoba untuk menemukan parameter yang menggambarkan hal itu; atau non-parametrically, dengan mewakili distribusi langsung (misalnya, dengan histogram atas suatu kuantisasi ruang akustik, atau, seperti yang akan kita lihat, dengan jaringan saraf).

6 November 2010

Audio Data

Audio data datang dalam berbagai bentuk kadang-kadang membingungkan. Jumlah cara mendasar di mana suara dapat diwakili sebenarnya cukup kecil. Berbagai jenis file audio adalah karena fakta bahwa ada cukup beberapa pendekatan untuk data audio mengompresi dan sejumlah cara yang berbeda dari kemasan data. Kami pertama-tama menjelaskan bagaimana data audio sendiri diwakili, maka bagaimana itu dibungkus ke file. 



Orang sering berbicara tentang format audio sembarangan tanpa membedakan antara format data dan format file, tetapi sangat penting untuk menjaga perbedaan ini dalam pikiran banyak format file dapat berisi tanggal direpresentasikan di lebih dari satu cara dan sebagian besar representasi data dapat dikemas di lebih dari satu format file. Demikian pula, mengatakan bahwa file berisi data PCM mengatakan apa-apa tentang format file.
Audio data memakan banyak ruang, setidaknya dibandingkan dengan teks. A single kedua audio compact disc memakan sekitar ruang sebanyak 15.000 kata dari teks ASCII, yaitu, 60 halaman dari sebuah buku khas. Berikut adalah grafik yang menunjukkan jumlah ruang yang ditempati oleh jangka waktu yang berbeda suara mono pada tingkat sampling yang berbeda. Sebuah disk 10GB, misalnya, akan mengadakan hanya sekitar 31 jam audio pada tingkat-CD.
1 detik 1 menit 1 jam
44.100 sampel / 16 detik bit l88.2KB 5.3MB 317.5MB
22.050 sampel / 16 detik bit 44.1KB 2.6MB 158.8MB
16.000 sampel / 16 detik bit 32.0KB 1.9MB 115.2MB

Perhatikan bahwa dalam tabel ini KB singkatan dari 1.000 byte dan MB untuk 1.000.000 byte. Ini adalah definisi yang digunakan oleh Komisi Elektroteknik Internasional , badan internasional yang menetapkan standar di bidang elektronik dan listrik. Disk produsen menggunakan unit untuk menggambarkan ukuran produk mereka byte. Sebaliknya komputer, programmer umumnya menggunakan KB berarti 1.024 dan MB berarti 1024 * 1024 = 1.048.576 byte.

Karena data audio menempati banyak ruang, ada telah lama motivasi untuk kompres itu. Memang, kompresi audio mendahului penggunaan komputer digital dan digital transmisi data. Bell Laboratories melakukan penelitian perintis pada lokasi informasi dalam pidato dalam domain frekuensi sehingga AT & T bisa pak sebagai percakapan telepon banyak ke satu baris mungkin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informasi dalam pidato terletak di antara 300 dan 3.000 Hz adalah. Itu sebabnya, bahkan hari ini, sirkuit telepon menyaring energi semua di luar band ini.
Sumber: billposer

Speech Synthesis

Speech synthesis atau pidato sintesis adalah produksi buatan manusia pidato. Sebuah sistem komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech synthesizer, dan dapat diimplementasikan dalam perangkat lunak atau perangkat keras. text-to-speech (TTS) sistem bahasa normal mengkonversi teks ke dalam pidato. sistem lain membuat representasi linguistik simbolis seperti transkripsi fonetik bicara.


Pidato buatan dapat dibuat dengan potongan-potongan concatenating pidato yang direkam disimpan dalam database. Sistem berbeda dalam ukuran pidato yang disimpan unit; sebuah sistem yang menyimpan telepon memberikan rentang output terbesar, tapi mungkin kurang jelas. Untuk keperluan khusus domain, yang menyimpan seluruh kata-kata atau kalimat memungkinkan output yang berkualitas tinggi. Atau, synthesizer dapat menggabungkan sebuah model dari sistem vokal dan karakteristik suara manusia lain untuk membuat yang benar-benar “sintetik” output suara. Kualitas synthesizer pidato dinilai oleh kesamaan dengan suara manusia dan kemampuannya untuk dipahami. semua dimengerti text-to-speech program yang memungkinkan orang-orang dengan gangguan visual atau membaca untuk mendengarkan karya-karya tulis di komputer rumah. Banyak sistem operasi komputer termasuk alat bicara sejak awal 1980-an.


A text-to-speech system (atau “mesin”) adalah terdiri dari dua bagian: front-end dan back-end. Front-end memiliki dua tugas utama. Pertama, mengubah teks mentah berisi simbol seperti angka dan singkatan menjadi setara dengan tertulis-kata-kata. Proses ini sering disebut normalisasi teks, pra-pengolahan, atau tokenization. Front-end kemudian menetapkan transkripsi fonetik untuk setiap kata, dan membagi dan menandai teks ke prosodic unit seperti frase dan kalimat. Proses transkripsi fonetik untuk menetapkan kata-kata ini disebut teks-ke-fonem atau grafem-ke-fonem konversi. Fonetis transkripsi dan informasi ilmu persajakan bersama-sama membentuk representasi simbolik yang linguistik output dengan front-end. Back-end-sering disebut sebagai synthesizer-maka mengubah representasi linguistik simbolik menjadi suara.
Synthesizer teknologi

Kualitas yang paling penting dari sebuah sistem sintesis pidato kewajaran dan dimengerti. Kewajaran menggambarkan seberapa dekat output terdengar seperti ucapan manusia, sementara dimengerti adalah kemudahan yang keluaran dipahami. Pidato synthesizer yang ideal adalah alami dan dipahami. Pidato sistem sintesis biasanya mencoba untuk memaksimalkan dua karakteristik.

Sumber:WIKIPEDIA 

Computer Vision

Computer Vision sering didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati atau diobservasi. Arti dari Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Sebagai disiplin teknologi,  Computer Vision berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem.

Pada Computer Vision terdapat  kombinasi antara Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola yang hubungannya dapat dilihat pada gambar berikut.


Pengolahan Citra (Image Processing) merupakan bidang yang berhubungan dengan proses transformasi citra atau gambar. Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik. Sedangkan Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi atau pesan yang disampaikan oleh gambar atau citra.

Beberapa aplikasi yang dihasilkan dari Computer Vision antara lain :

1. Psychology, AI – exploring representation and computation in natural vision
2. Optical Character Recognition – text reading
3. Remote Sensing – land use and environmental monitoring
4. Medical Image Analysis – measurement and interpretation of many types of images
5. Industrial Inspection – measurement, fault checking, process control
6. Robotic – navigation and control

free counters

 
Home | About | Sitemap | Privacy Policy | Contact Us | DMCA